![]() | ![]() |
Sebelumnya naruto masuk kedalam alam bawah
sadar para biju, di situ masing-masing ke
sembilan biju membertahukan nama mereka
kepada naruto,
setelahnya naruto juga berhasil mengalahkan
semua pain jinchuuriki, kesembilan nama biju,
kini semua mepercayakan segalanya pada
naruto..
Naruto kembali berhadapan dengan tobi....
"Menggingat nama-nama yang sulit? Apa
maksudmu?" Tobi tak mengerti dengan apa
yang Naruto katakan.
"Ha..haha ... Kau tak tahu mereka kan?"
"!?" Tobi menatap tajam.
"Aku tak akan memberitahu mu" ucap naruto
sambil menjulurkan lidahnya
Naruto bersiap bersama dengan Kakashi, Guy,
dan Hachibi yang berada di belakangnya."Melihat Naruto tumbuh besar seperti ini
membuatku merasa tua ..." Ucap Guy.
"Ada apa? Ini tak seperti kau yang biasanya ...
Tapi yah, bagaimanapun juga masa muda kita
memang sudah lewat, iya kan" guman kakashi...
"Faktanya, kita disini dan itu berarti ..."
sambungnya tpi perkataan kakashi di potong
oleh gay.
"Jangan katakan apa-apa lagi, kau membuatku
semakin kesal" Ucap Guy.
"Nah, ini baru lelaki yang ku kenal" Tambah
Kakashi.
Sementara Naruto, ia masih menatap tajam ke
arah Tobi.
Sedangkan Tobi, dengan tangan yang sedikit
gemetar, ia bersiap untk mengambil Kipas
gunbai yang ia taruh di punggungnya."Wajah itu ..." *Tes ...
Cairan menetes dari tangannya.
"Keringat?" Tampaknya Tobi mulai ketakutan.
"Tidak ... Ini adalah air hujan ..." Memang benar,
cuaca mulai turun hujan.
"Mana mungkin aku berkeringat hanya dengan
lawan seperti dia ... Aku tahu batas
kekuatannya ... Perasaan aneh ini tidak datang
dari kekuatannya ... Naruto hanyalah sebuah
bidak yang fungsinya memancing kekuatan
Sasuke ...
Dia hanya anak-anak, tak sedikitpun bisa
menghiburku ... Tapi, apa yang terjadi ..." Tobi
sedikit gelisah."Tidak! Ini bukan masalah ... Bukan masalah
tentang Naruto ... Perang ini memang akan
membuat seluruh masa lalu, masa depan, dan
semua yang ada menjadi tidak masuk akal" pikir
tobi.
*Sementara itu di markas, para ninja merasakan
kekuatan dari kyuubi yang sempat dikeluarkan
oleh Naruto ...
"Luar biasa"
"Apa kalian merasakannya juga!??" tanya ao
"Aku tak percaya, tapi tidak salah lagi ... Tadi itu
adalah kekuatan rubah ekor sembilan!!!" jawab
salah satu ninja sensor.
"Yahh .." Ucap Ao.
"Tapi ... Ada sesuatu yang berbeda ... Aku dapat
merasakan sesuatu yang lain" Tambahnya
dalam hati.
"Bagaimana situasinya!!??" Tanya Shikaku.
"Uzumaki Naruto sedang mencegat Madara
bertopeng dengan kekuatan yang luar biasa ...
Tidak ...
Tepatnya ia sedang menekan Madara
bertopeng ...
Hanya dengan mereka berempat, Naruto, Bee,
Kakashi, dan Guy" Jelas Inoichi."..." Sejenak Shikaku berpikir dan kemudian
memberi perintah :
"Inoichi! Gunakan seluruh kekuatanmu untuk
memberitahu kabar tentang Naruto ini ke seluruh
bala bantuan!! Dalam 15 detik, aku ingin mereka
semua mendengar kabar ini!!!"
"Kalau mereka berempat bertarung dengan
sekuat tenaga ... Kita juga harus melakukan
seluruh yang bisa kita lakukan disini ...
Beritahu semua orang tentang ini" Lanjutnya.
"Semua orang? Memberitahu semua orang
secara bersamaan akan menciptakan stres
chakra yang besar ... Ini akan berbahaya" Ucap
salah seorang ninja sensor.
"Jangan konyol ... 10 detik" Ucap Inoichi setuju
dengan apa yang Shikaku perintahkan.
"Inoichi-san!" Ninja sensor tadi masih khawatir.
"Maaf ... Tapi ini sangat penting ... Tolong
lakukan semua yang kau bisa di waktu yang
singkat itu"
"Aku bukan seorang pembicara yang bagus, tapi
serahkan semuanya padaku" Inoichi kemudian
bersiap untuk memberitahu berita ini ke ribuan
bala bantuan yang sedang berlari menuju posisi
Naruto.["Ini adalah berita dari Markas Pusat!! Kondisinya
sedang sangat baik ... Maksud ku, Uzumaki
Naruto menguasai pertarungan ... Naruto dan
bee yang kita lindungi, sedang bertarung sekuat
tenaga di garis depan ... Hal sama juga dilakukan
Kakashi dan Guy ... Kami ingin kalian semua
bergabung dengan mereka ... Perasaan kalian
semua, akan membawa kita menuju
kemenangan!!!"] Suara itu terdengar ke seluruh
pasukan yang tengah berlari.
"Ukhhhh!!!" Inoichi tak mampu menahannya lagi,
mengedarkan informasi ke sebegitu banyak
orang tentu saja membuat kekuatannya
terkuras.
"Hah hah hah ... Aku memang benar-benar
buruk dalam berbicara, sampai menghabiskan
waktu 20 detik" Ucapnya sambil terengah-engah.
"Kapten ..."
"Yah" Ucap Shikaku datar.
"Tadi itu kau menunjukan seberapa kuat
perasaanmu" Ucapnya dalam hati.
"Maaf" Ucap Inoichi lagi.Sementara itu di tengah kerumunan bala
bantuan yang sedang menuju ke arah Naruto,
tampak Hinata ...
"Naruto-kun ... Aku selalu saja malu saat berada
di dekatmu ...
Bahkan sampai sekarang ... Tapi nanti setelah
perang ini berakhir ...
Aku janji akan menghentikan itu semua ...
Aku akan menggenggam tanganmu ...
Aku akan berjalan bersama denganmu ...
Tunggu aku" Ucapnya dalam hati.
Di sisi lain, terlihat juga Kiba ...
"Naruto ...
Aku sudah menadaimu sejak sangat lama sekali
sebagai saingan ...Terus hadapi Madara sampai
aku tiba disana" Pikirnya.Sementara di sisi Shino ...
"Aku akan membantu Naruto dengan segenap
ninjutsuku ... meski tanpa alasan" Pikirnya.
"Sepertinya Naruto melakukannya" Ucap Chouji
ke rekan di sebelah, Shikamaru.
"Yah, begitulah Naruto ... Aku tak bisa
membayangkan dia melakukan hal lain selain
melakukannya dengan berlebihan ... Naruto
punya pemikiran yang pendek" Ucap Shikamaru.
"Naruto bodoh dan aku gemuk, hal itu memang
selalu jadi bahan olokan ... Tapi, seseorang tak
selamanya seperti kelihatannya" Ucap Chouji.
"Tunggu aku Naruto, Chouji kurus akan datang
membantumu" Pikirnya.
"Dia bahkan bukan tipe orang yang tenang saat
membuat rencana" Ucap Shikamaru.
"Karena itulah aku disini ... Tunggu aku, Naruto"
Pikirnya."Terimakasih ayah ... Kau sudah memberitahu
perasaan Naruto ke semuanya" Pikir Ino.
"Ini adalah perasaan guru Guy? Aku harap dia
melindungi Naruto ... gury Kakashi juga, jadi
semuanya baik-baik saja" Pikir Tenten.
"Kalau saja tidak hujan, akan ku kirim Choujuu
gigaku kesana" Ucap Sai.
"Berhenti mengeluh Sai, sekarang waktunya kita
menghimpun tenaga dan membantu tokoh
pahlawan Guy dan Naruto" Ucap Lee yang
berlari di sebelahnya.
"Hmm" Sai tersenyum.
"Inikah yang kau maksud dengan pertemanan ...
Aku sudah benar-benar bisa mengerti, Naruto"
Pikir sai.Sementara di sisi Sakura ...
"Naruto ... Kau menyelamatkan Konoha ...
Dan sekarang kau berusaha menyelamatkan
Dunia Shinobi ...
Kau selalu mendapat tugas berat seperti ini
sendirian ...
Tapi apapun yang nanti kau katakan, aku akan
membantu ... Bukan hanya aku, kami semua
akan membantumu"
Ucapnya dalam hati.
*Hujan semakin deras ...
Di sisi lain tempat itu, di tempat yang tampaknya
cukup jauh, tempat yang sepi hampir tanpa
siapapun, terlihat sebuah jejak kaki ...
Jejak kaki yang ternyata tak lain adalah milik
Sasuke ...
Kemana sasuke akan pergi? ...
To be continued...